BANGKA BARAT | Bentuk nyata peran sosial Polri kembali ditunjukkan oleh Polres Bangka Barat melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang telah membantu meringankan beban ekonomi masyarakat. Sepanjang bulan Agustus 2025, sebanyak 23.800 kilogram beras SPHP disalurkan melalui 14 titik di seluruh wilayah Bangka Barat.
Kegiatan ini berhasil menjangkau 3.395 warga, yang merasa sangat terbantu dengan tersedianya beras berkualitas dengan harga terjangkau, yakni Rp 11.800 per kilogram atau Rp 59.000 per karung isi 5 kg.
Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K. melalui PS. Kasi Humas Iptu Yos Sudarso menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial Polri untuk hadir dan membantu masyarakat secara langsung, terutama dalam situasi ekonomi yang penuh tantangan.
“Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tapi juga dalam kehidupan sosial masyarakat. Kegiatan ini adalah bentuk nyata dari peran sosial kami dalam meringankan beban warga,” jelas Iptu Yos Sudarso.
Kepedulian ini pun mendapat respons positif dari warga. Rustam, seorang warga Muntok yang turut membeli beras SPHP, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Polres Bangka Barat.
“Terima kasih kepada Polres Bangka Barat. Bantuan beras ini sangat membantu kami, apalagi kondisi ekonomi sekarang sedang sulit. Harga beras di pasar cukup tinggi, jadi adanya kegiatan ini sangat meringankan beban kami,” ujarnya.
Tak hanya Rustam, banyak warga lainnya yang juga merasa terbantu dan berharap kegiatan seperti ini terus dilanjutkan sebagai bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Bangka Barat yang telah turut berpartisipasi dan menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. Ini menjadi bukti bahwa kedekatan antara Polri dan masyarakat terus terjalin dengan baik,” tambah Kasi Humas.
Kegiatan penyaluran beras murah oleh Polres Bangka Barat tidak hanya membantu menstabilkan harga pangan, tetapi juga menjadi bukti kuat peran sosial Polri dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
Febry